Jakarta, CNN Indonesia

Komisi VIIĀ DPR RI mencecar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif soal divestasiĀ saham PT Vale Indonesia Tbk.

Para anggota dewan itu merasa tidak puas dengan hasil divestasi yang menghasilkan PT Mineral Industry Indonesia (MIND ID) hanya mentok menguasai 34 persen saham.

Anggota Komisi VII Fraksi Gerindra Bambang Haryadi mengatakan seharusnya MIND ID bisa mengambil alih saham Vale sebesar 51 persen. Ia pun lantas mempertanyakan apakah Arifin sempat mengusahakan hal tersebut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ada ga niat sedikit tercetus dalam lubuk hati bapak saat negosiasi atau atas kecintaan bapak terhadap republik ini, bapak menyampaikan ke PT Vale ‘Kami ingin sebagai saham pengendali kami ingin 51 persen?'” ucap Haryadi.

Di sisi lain, Haryadi memang mengamini saat ini dengan memegang 34 persen saham, MIND ID menjadi pemegang saham pengendali Vale. Namun, jumlah tersebut masih belum cukup.

“Kami sepakat bapak berjuang akan menjadikan MIND ID saham pengendali. Tapi sekarang kita hanya dapat 34 persen. Anak kecil pun tahu 34 persen bukan majority, majority itu tetap 51 persen,” imbuhnya.

Setali tiga uang, Ketua Komisi VII DPR Fraksi Nasdem Sugeng Suparwoto mengatakan Indonesia saat ini memang menguasai saham Vale. Hal itu, terdiri dari 34 persen saham dipegang MIND ID dan 20 persen dipegang publik. Alhasil saham yang dipegang RI mencapai 54 persen.

Namun, ia menilai alangkah lebih baiknya jika MIND ID bisa menguasai bulat 51 persen saham. Sugeng pun membandingkan saat Indonesia bisa menguasai saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen.

“Itu lah pemahaman 54 persen tapi tidak sepenuhnya dikuasai negara. Karena 20 persen terlanjur go public. Beda dengan Freeport memang itu kan bulat 51 persen. Bulat milik negara representasi negara di situ,” kata dia.

Divestasi saham Vale sendiri telah rampung, di mana 14 persen saham Vale dilepas ke MIND ID dengan harga Rp3.050 per lembar saham. Dengan begitu MIND ID menjadi pemegang saham mayoritas, yakni 34 persen.

Selanjutnya, Vale Canada Limited memang 33,88 persen, Sumitomo Metal Mining Co., Ltd 11,48 persen, dan saham publik 20,63 persen.

Untuk nilai investasi dari divestasi saham ini, MIND ID menggelontorkan sekitar US$300 juta atau setara Rp4,74 triliun (asumsi kurs Rp15.797 per dolar AS).

Menanggapi pendapat anggota dewan, Arifin pun mengatakan 20 persen saham publik dianggap milik pemerintah karena sudah ditawarkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 1990.

Selain itu, pengambilalihan 14 persen saham Vale juga sudah dilakukan sesuai proses evaluasi nilai. Hal ini juga sudah disepakati Kementerian BUMN dan PT Vale Indonesia yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Kementerian ESDM.

“Kami sesuai dengan program Kementerian ESDM (menerbitkan) RPSW (rencana pengembangan seluruh wilayah) dan kami siapkan IUPK (izin usaha pertambangan khusus) draft sesuai dengan poin-poin yang di bidang kami yaitu aspek administrasi, teknis lingkungan finansial, dan kinerja penugasan,” jelas Arifin.

Lebih lanjut, Arifin memproyeksi keseluruhan proses divestasi saham itu dapat rampung pada Juli 2024 mendatang.

“Dengan beberapa milestone yaitu 19 April 2024 akan dilakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), 5 Juni 2024 adanya konfirmasi right issue oleh OJK. Kemudian, 21-27 Juni 2024, periode right issue, 1 Juli 2024 allotment atau penjatahan distribusi saham,” jelas Arifin.

Dari divestasi saham ini, MIND ID sebagai pemegang saham terbesar akan memiliki hak untuk menominasikan komisaris utama, dua orang komisaris lain, presiden direktur (CEO), dan direktur yang bertanggung jawab terhadap human resource.

Sementara, Vale Canada Limited akan memiliki hak untuk menominasikan wakil komisaris utama, dua orang komisaris lain, direktur operasional (COO), dan direktur terkait sustainability.

Sedangkan, Sumitomo Metal Mining Co., Ltd akan memiliki hak untuk menominasikan satu orang komisaris.

[Gambas:Video CNN]

(mrh/agt)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *